Gua Sunyaragi One of the Historical Place in Cirebon

Matahari mulai turun ketika kami sampai ke Gua Sunyaragiyang lokasinya berada di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon. Gua Sunyaragi yang telah dimasukkan sebagai Benda Cagar Budaya ini merupakan sebuah kompleks situs seluas 1,5 ha yang dibangun pada tahun 1703 oleh … Continue reading

Rate this:

More Galleries | | Leave a comment

Matahari Islam di Negeri Matahari Terbit

Matahari Islam di Negeri Matahari Terbit

Masjid Tokio

Masjid Kobe

Jepang termasuk wilayah paling akhir mengenal agama Islam, tidak seperti China yang sejak awal awal turunnya Islam di Jazirah Arabia, sudah kedatangan sahabat Nabi SAW dan telah banyak wilayah yang memeluk agama Islam.

Bicara tentang dakwah Islam di Jepang, memang terlalu sedikit literatur yang bisa didapat. Tapi sejarah memang tidak menyuguhkan kepada kita tentang Jepang yang dimasuki dakwah Islam sejak masa lalu.
Belum jelas apa penyebab keterlambatan bangsa Jepang mengenal dan memeluk agama Islam. Memang pernah ada kebijakan mengasingkan diri sekitar selama 200 tahun, mulai pertengahan abad ke-17, membuat Jepang tidak punya kontak dengan dunia luar.
Baru pada zaman Meiji (Restorasi Meiji) tahun 1875, literatur-literatur mengenai Islam yang berasal dari Eropa atau China, mulai diterjemahkan dan masuk ke Jepang.
Salah satu catatan yang didapat menunjukkan Jepang baru mengenal Islam di tahun 1952.
Sumber lain menyebutkan bahwa Islam sudah sampai di Jepang lebih awal lagi. Sebab Masjid di Kobe sudah berdiri sejak tahun 1938. Dan ikut mengalami pemboman dalam perang dunia II.
Tapi secara umum, memang boleh dibilang Islam ‘terlambat’ masuk Jepang. Setelah dakwah Islam melanglang buana dari Maroko hingga Merauke, ternyata Jepang malah baru kenal Islam di abad 20.
Bangsa Turki
Salah satu sumber menyebutkan bahwa bangsa Jepang mengenal Islam lewat datangnya bangsa Turki. Kisahnya bermula dari perstiwa yang terjadi di tahun 1890, saat ada sebuah kapal Turki karam di perairan Jepang. Kapal itu bernama Ertogrul. Konon dari 600-an awak kapal, hanya 69 dari mereka yang selamat.
Pemerintah dan rakyat Jepang bersama-sama berusaha menolong para penumpang yang selamat dan mengadakan upacara penghormatan bagi arwah penumpang yang meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pencetus dikirimnya utusan pemerintah Turki ke Jepang pada tahun 1891.
Hubungan sangat baik dengan Turki ini, juga membawa kemenangan bagi Jepang dalam peperangan dengan Rusia tahun 1904. Setelah peristiwa tersebut, yaitu sekitar tahun 1900-an, untuk pertama kalinya warga muslim Jepang pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Sejak saat itu, Islam mulai dikenal secara luas.
Di tengah politik ekspansi Jepang pada Perang Dunia II, timbul minat tinggi terhadap rakyat Asia. Orang Jepang mulai tahu bahwa di antara rakyat Asia ada rakyat muslim. Muncul kebutuhan untuk melakukan penelitian tentang Islam. Maka dibentuk banyak lembaga penelitian, organisasi maupun perkumpulan kajian Islam, bahkan juga terbit berbagai majalah dan bukunya.
Tetapi pemerintah Jepang masa itu, memandang Islam tidak sesuai dengan azas militer Jepang serta Shintoisme yang memuja banyak dewa. Karena itu dakwah Islam tetap tidak diperbolehkan.
Setelah Perang Dunia II berakhir dan banyak Negara di Asia dan Afrika meraih kemerdekaan, mulai bermunculan banyak negara Islam di panggung dunia. Terjalinlah hubungan erat antara Jepang dengan negara-negara Islam, terutama karena Timur Tengah adalah sumber minyak bagi Jepang.
Karena itu, Jepang makin mementingkan hubungan diplomatik dengan negara-negara Islam, baik dari segi diplomasi maupun ekonomi.
Saat ini konon warganegara Jepang yang memeluk agama Islam berjumlah sekitar 70.000 orang. Angka ini sangat kecil apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Jepang yang 120 juta orang.
Indonesia Terbanyak
Menurut catatan, masyarakat Islam yang paling banyak di Jepang adalah orang Indonesia, disusul Pakistan, Bangladesh, dan Iran. Ini menjadi catatan khusus tersendiri bagi bangsa kita untuk menjadi duta dakwah yang potensial.
Apalagi mengingat bahwa keberadaan bangsa Indonesia yang muslim cukup terhormat di Jepang. Banyak di antaranya adalah mahasiswa program S-2 dan S-3 yang berprestasi. Tingkat penghormatan bangsa Jepang kepada masyarakat Islam Indonesia sangat baik, bila dibandingkan penghormatan mereka kepada muslim dari Timur Tengah, seperti Mesir atau Suriah. Bahkan dibandingkan dengan Muslim dari Pakistan sekalipun.
Barangkali, salah satu analisa menyebutkan, bahwa antara budaya Jepang dan Indonesia memang ada banyak kesamaan, setidaknya keselarasan.
Keduanya sama-sama dari timur yang sama-sama menjungjung tinggi adat ketimuran.
Lihat gaya pramugari di Shinkansen, ketika memeriksa tiket, saking sopannya sampai badannya dibungkukkan sambil agak menekuk kaki, mirip seperti gaya puteri keraton.
Pusat Dakwah
Pada tahun 1930-an, hanya ada 2 masjid. Saat ini diperkirakan sudah terdapat lebih dari 100 masjid. Dari jumlah tersebut, data yang berhasil dihimpun oleh Tokyo University Islamic Culture Society baru meliputi 7 masjid dan 2 mushalla di wilayah Tokyo.
Lima buah masjid dan 3 mushalla di daerah Saitama, Kanagawa, dan Sendai. Di wilayah Aichi dan Shizuoka tercatat 3 masjid, sedangkan di Kobe terdapat sebuah masjid besar, yaitu Masjid Kobe, dan sebuah musholla.
Masih ada sebuah mushalla lagi, yaitu di daerah Takamatsu. Selain masjid dan mushalla tersebut, tercatat 2 buah Islamic Center, masing-masing di Tokyo dan Sendai.
Pusat Islam dan Asosiasi Muslim Jepang di Tokyo menjadi pusat studi Islam dan bahasa Arab bagi warga Jepang, yang banyak menarik perhatian warga muda Jepang.
Masjid Nagoya diresmikan tanggal 27 Juli 1998. Terletak tak jauh dari Honjin Eki pintu 3, masjid ini mempunyai luas 61, 7 m2, terdiri dari lantai 1 sebagai tempat wudhu, ruang kantor dan fasilitas kebersihan. Lantai 2 untuk tempat sholat wanita, sedangkan lantai 3 adalah ruang sholat utama bagi pria. Lantai 4 dan atap masjid sebagai ruang sholat tambahan.
Pada saat sholat Jumat dan bulan puasa umat Islam memenuhi masjid hingga bagian atap masjid.
Muhammad Abduh yang menjadi rektor Al-Azhar di masanya pernah mengatakan bahwa dia menemukan Islam di Eropa tapi tidak menemukan pemeluk Islam, sebaliknya di Mesir ada orang Islam tapi tidak ada Islam.
Barangkali maksudnya bahwa orang Eropa telah menjalankan ajaran Islam, walaupun tidak memeluk agama Islam secara resmi. Sebaliknya, bangsa Mesir meski memeluk agama Islam, namun mereka kurang menjalankan agama Islam.
Di Jepang, hal yang sekiranya mirip memang bisa kita saksikan. Bangsa Jepang memang boleh dibilang tidak punya agama. Atau mungkin tepatnya tidak beragama tertentu secara serius. Mereka umumnya lahir dalam agama Shinto, kawin dengan gaya Kristen, dan mati dengan gaya Hindu.
Namun sisi kebaikan yang diajarkan agama Islam sebenarnya banyak dilakukan oleh bangsa ini. Misalnya, kita saksikan bagaimana mereka begitu taat kepada peraturan yang mereka buat sendiri, sampai seorang kawan menyebutkan bahwa agama orang Jepang adalah peraturan.
Setiap pekerjaan dibuatkan SOP-nya hingga rinci, lalu mereka mentaatinya dengan tekun.
Selama kami di Jepang, rasanya belum pernah melihat sampah, baik di jalan atau pun di tempat umum lainnya. Tidak kita lihat orang menyeberang jalan seenaknya, kecuali bila lampu hijau penyeberangan sudah menyala.
Setiap masuk ruangan yang mengharuskan buka alas kaki, bangsa Jepang terbiasa menyusun sepatu mereka dengan rapi dan berjajar di rak. Bahkan sudah menghadap ke luar.
Di dalam subway yang penuh sesak dengan manusia sehingga petugas harus mendorong para penumpang dengan paksa, tidak kita dengar suara mereka mengobrol apalagi berisik. Meski padat sesak dan bersentuhan dengan ketat, tidak ada yang marah-marah.
Singkatnya, beberapa kebaikan yang jarang dilakukan oleh bangsa-bangsa muslim, justru sudah dilakukan oleh bangsa ini. Termasuk dalam hal produktifitas, penemuan ilmiah, kemajuan teknologi, penjagaan dan pemeliharaan terhadap lingkungan, kejujuran, tidak adanya korupsi, taat hukum dan aturan main dan masih banyak lagi. Sehingga semua ini membuat dakwah di negeri Jepang sangat terbuka lebar.
Peradaban mereka secara lahiriyah sudah maju, tinggal bagaimana bangsa muslim Indonesia dapat mempresentasikan agama ini dengan sejuk, damai, logis dan menyenangkan.
Akan tiba waktunya suatu hari bangsa Jepang tertarik belajar agama Islam, bukan lewat paksaan atau pun bahasa verbal lainnya, namun lewat keteladanan, akhlaqul karimah, keramahan dan toleransi bangsa kita yang muslim.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

DO YOU KNOW ABOUT CIVIL ENGINERING???

DO YOU KNOW ABOUT CIVIL ENGINERING???

Yeah i chose civil enginering ITB as my major. So if you want know more about civil enginering. Let’s read my post:

Civil engineering is a professional engineering discipline that deals with the design, construction and maintenance of the physical and naturally built environment, including works such as bridges, roads, canals, dams and buildings.Civil engineering is the oldest engineering discipline after military engineering, and it was defined to distinguish non-military engineering from military engineering. It is traditionally broken into several sub-disciplines including environmental engineering, geotechnical engineering, structural engineering, transportation engineering, municipal or urban engineering, water resources engineering, materials engineering, coastal engineering, surveying, and construction engineering. Civil engineering takes place on all levels: in the public sector from municipal through to federal levels, and in the private sector from individual homeowners through to international companies. Civil engineering is the application of physical and scientific principles, and its history is intricately linked to advances in understanding of physics and mathematics throughout history. Because civil engineering is a wide ranging profession, including several separate specialized sub-disciplines, its history is linked to knowledge of structures, materials science, geography, geology, soils, hydrology, environment, mechanics and other fields.

Sub-disciplines

In general, civil engineering is concerned with the overall interface of human created fixed projects with the greater world. General civil engineers work closely with surveyors and specialized civil engineers to fit and serve fixed projects within their given site, community and terrain by designing grading, drainage, pavement, water supply, sewer service, electric and communications supply, and land divisions. General engineers spend much of their time visiting project sites, developing community consensus, and preparing construction plans. General civil engineering is also referred to as site engineering, a branch of civil engineering that primarily focuses on converting a tract of land from one usage to another. Civil engineers typically apply the principles of geotechnical engineering, structural engineering, environmental engineering, transportation engineering and construction engineering to residential, commercial, industrial and public works projects of all sizes and levels of construction.

Construction engineering

Construction engineering involves planning and execution of the designs from transportation, site development, hydraulic, environmental, structural and geotechnical engineers. As construction firms tend to have higher business risk than other types of civil engineering firms, many construction engineers tend to take on a role that is more business-like in nature: drafting and reviewing contracts, evaluating logistical operations, and closely-monitoring prices of necessary supplies.

Geotechnical engineering

Geotechnical engineering is an area of civil engineering concerned with the rock and soil that civil engineering systems are supported by. Knowledge from the fields of geology, material science and testing, mechanics, and hydraulics are applied by geotechnical engineers to safely and economically design foundations, retaining walls, and similar structures. Environmental concerns in relation to groundwater and waste disposal have spawned a new area of study called geoenvironmental engineering where biology and chemistry are important. Some of the unique difficulties of geotechnical engineering are the result of the variability and properties of soil. Boundary conditions are often well defined in other branches of civil engineering, but with soil, clearly defining these conditions can be impossible. The material properties and behavior of soil are also difficult to predict due to the variability of soil and limited investigation. This contrasts with the relatively well defined material properties of steel and concrete used in other areas of civil engineering. Soil mechanics, which define the behavior of soil, is complex due to stress-dependent material properties such as volume change, stress–strain relationship, and strength

Water resources engineering

Water resources engineering is concerned with the collection and management of water (as a natural resource). As a discipline it therefore combines hydrology, environmental science, meteorology, geology, conservation, and resource management. This area of civil engineering relates to the prediction and management of both the quality and the quantity of water in both underground (aquifers) and above ground (lakes, rivers, and streams) resources. Water resource engineers analyze and model very small to very large areas of the earth to predict the amount and content of water as it flows into, through, or out of a facility. Although the actual design of the facility may be left to other engineers. Hydraulic engineering is concerned with the flow and conveyance of fluids, principally water. This area of civil engineering is intimately related to the design of pipelines, water distribution systems, drainage facilities (including bridges, dams, channels, culverts, levees, storm sewers), and canals. Hydraulic engineers design these facilities using the concepts of fluid pressure, fluid statics, fluid dynamics, and hydraulics, among others.

Structural engineering

Structural engineering is concerned with the structural design and structural analysis of buildings, bridges, towers, flyovers, tunnels, off shore structures like oil and gas fields in the sea, and other structures. This involves identifying the loads which act upon a structure and the forces and stresses which arise within that structure due to those loads, and then designing the structure to successfully support and resist those loads. The loads can be self weight of the structures, other dead load, live loads, moving (wheel) load, wind load, earthquake load, load from temperature change etc. The structural engineer must design structures to be safe for their users and to successfully fulfill the function they are designed for (to be serviceable). Due to the nature of some loading conditions, sub-disciplines within structural engineering have emerged, including wind engineering and earthquake engineering. Design considerations will include strength, stiffness, and stability of the structure when subjected to loads which may be static, such as furniture or self-weight, or dynamic, such as wind, seismic, crowd or vehicle loads, or transitory, such as temporary construction loads or impact. Other considerations include cost, constructability, safety, aesthetics and sustainability.

Transportation engineering

Transportation engineering is concerned with moving people and goods efficiently, safely, and in a manner conducive to a vibrant community. This involves specifying, designing, constructing, and maintaining transportation infrastructure which includes streets, canals, highways, rail systems, airports, ports, and mass transit. It includes areas such as transportation design, transportation planning, traffic engineering, some aspects of urban engineering, queueing theory, pavement engineering, Intelligent Transportation System (ITS), and infrastructure management

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Majulah Indonesia rebut piala AFF Now!

Indonesia VS Malaysia inilah partai final Piala AFF 2010 (AFF Suzuki Cup 2010). Partai final yang akan menentukan siapa tim terbaik di kawasan Asia Tenggara. Indonesia lolos ke final setelah menaklukan Filipina di semifinal dengan agregat 2-0, sedangkan Malaysia lolos ke final setelah mengalahkan juara bertahan Vietnam dengan agregat 2-0.

Partai final Indonesia VS Malaysia akan berlangsung pada 26 dan 29 Desember 2010 nanti, dimana partai final ini akan berlangsung dalam 2 pertandingan, leg 1 dan leg 2, home dan away (kandang dan tandang). Dan berikut selengkapnya jadwalnya!

  • Final Leg1 -> Malaysia VS Indonesia (Bukit Jalil Stadium, Kuala Lumpur) – 26 Desember 2010
  • Final Leg 2 -> Indonesia VS Malaysia (Gelora Bung Karno, Jakarta) – 29 Desember 2010

Khusus untuk Indonesia, final Piala AFF 2010 merupakan final ke empat yang diikuti Indonesia sepanjang gelaran Piala AFF (dulu Piala Tiger), dari 3 final sebelumnya (2000, 2002, 2004)  Indonesia selalu kalah dan hanya keluar sebagai runner-up, dan pada Piala AFF 2010 ini melihat performa apik skuad Timnas Indonesia, inilah saaatnya Pasukan Garuda menjadi nomor 1 alias juara. Amin..

Kemenangan Indonesia atas Malaysia dengan skor 5-1 pada babak Grup A tentu menjadi modal berharga untuk mental dan rasa percaya diri para pemain Indonesia, sekaligus menjadi perhatian serius bagi kubu Malaysia. Saya berharap, di dua pertandingan final nanti Indonesia dapat mengalahkan Malaysia, sehinga Indonesia bisa menjadi juara Piala AFF 2010 dengan catatan tak terkalahkan dan selalu menang dari babak penyisihan grup.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment